
Jakarta, Prestige Collision Auto Indonesia
—
Ekonom Josua Pardede menilai penguatan
rupiah
dapat membantu produsen mobil di dalam negeri menahan kenaikan harga, namun belum cukup dibaca sebagai sinyal pemulihan permintaan otomotif yang kuat.
“Penguatan rupiah memberi ruang optimisme bagi industri otomotif, tetapi optimisme itu perlu sangat terukur tidak serta-merta diterjemahkan sebagai pemulihan permintaan yang kuat,” kata Josua, ekonom jebolan Universitas Indonesia dan University of Amsterdam, dikutip
Antara
, Rabu (17/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Rabu (17/6) nilai tukar rupiah sempat menguat di level Rp17.758 per dolar AS. Sementara pada Kamis (18/6) pukul 11.45 WIB rupiah berada di kurs Rp17.793.
Menurut Josua, rupiah yang lebih kuat membantu mengurangi tekanan biaya impor berbagai kebutuhan industri otomotif. Mulai dari komponen, kendaraan utuh, baterai, suku cadang, bahan baku logam, elektronik kendaraan, hingga biaya logistik yang banyak terkait dolar Amerika Serikat (AS).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi produsen dan agen pemegang merek (APM) yang masih memiliki kandungan impor tinggi, penguatan rupiah membantu menjaga margin usaha sekaligus menahan kenaikan harga jual kendaraan.
“Ini penting karena pasar otomotif sedang sensitif terhadap harga dan cicilan,” ujar Josua.
Meski menjadi angin segar, Josua menilai penguatan rupiah belum otomatis membuat harga mobil bisa diturunkan atau permintaan pasar melonjak dalam waktu singkat.
Josua yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi Tetap II Kajian Ekonomi Global Strategis Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menilai dampak penguatan rupiah terhadap biaya produksi biasanya membutuhkan waktu.
Sebab, industri masih menggunakan stok lama, kontrak pembelian sebelumnya, biaya logistik yang sudah berjalan, serta strategi lindung nilai yang dibuat sebelum rupiah menguat.
Selain itu, harga kendaraan juga dipengaruhi berbagai faktor lain seperti biaya pembiayaan, pajak, insentif, upah tenaga kerja, bahan baku, promosi, dan tingkat persaingan pasar.
“Jadi, rupiah yang menguat lebih realistis dipakai untuk menahan kenaikan harga, bukan langsung menurunkan harga besar-besaran,” jelasnya.
Tak cuma soal kurs
Dari sisi konsumen, Josua menilai penguatan rupiah merupakan sentimen positif, namun belum cukup kuat untuk mengubah keputusan pembelian kendaraan.
Menurut dia, keputusan membeli mobil lebih banyak ditentukan kemampuan membayar uang muka dan cicilan, kepastian pekerjaan, harga bahan bakar, serta keyakinan terhadap kondisi ekonomi rumah tangga.
Karena itu, ia mengingatkan industri otomotif agar tidak terlalu cepat membaca penguatan rupiah sebagai sinyal pemulihan permintaan yang kuat.
Josua menyarankan langkah pertama yang perlu dilakukan industri adalah menahan kenaikan harga selama mungkin.
“Langkah pertama yang perlu dilakukan industri adalah menahan kenaikan harga selama mungkin. Jika rupiah menguat dan biaya impor mulai turun, ruang tersebut sebaiknya dipakai untuk menjaga harga tetap stabil, bukan langsung menaikkan margin. Dalam kondisi konsumen menunda pembelian, stabilitas harga lebih penting daripada kenaikan harga kecil yang bisa memperlemah permintaan,” katanya, dikutip Antara, Rabu (17/6).
Cicilan
Selain strategi harga, Josua menyarankan industri memperkuat program pembiayaan agar pembelian kendaraan lebih terjangkau.
Ia menyarankan kerja sama lebih erat antara produsen, perusahaan pembiayaan, dan perbankan untuk menawarkan cicilan yang lebih ringan, uang muka yang fleksibel, serta program bunga promosi yang tetap memperhatikan kualitas kredit.
Produsen juga perlu memperkuat nilai tambah di luar harga jual, seperti paket servis gratis, garansi lebih panjang, potongan biaya perawatan, asuransi, program tukar tambah, hingga jaminan ketersediaan suku cadang dan nilai jual kembali kendaraan.
“Dalam situasi daya beli melemah, konsumen lebih memperhatikan biaya kepemilikan sepanjang masa pakai kendaraan, bukan hanya harga beli awal,” ujarnya.
Di tengah persaingan yang makin ketat, terutama dengan masuknya merek-merek baru asal China, Josua menilai produsen lama perlu memperkuat layanan purna jual, jaringan bengkel, ketersediaan suku cadang, serta membangun kepercayaan konsumen.
“Dalam jangka pendek, perang harga mungkin menggoda, tetapi dalam jangka panjang yang lebih menentukan adalah kepercayaan konsumen,” tuturnya.
Stok dan kandungan lokal
Josua juga menekankan pentingnya pengelolaan stok secara disiplin. Produsen dan dealer, menurut dia, perlu lebih fokus memantau penjualan ke konsumen akhir dibanding sekadar pengiriman kendaraan dari pabrik ke dealer, agar tidak terjadi kelebihan persediaan yang berujung pada diskon besar.
Untuk jangka panjang, ia mendorong percepatan peningkatan kandungan lokal guna mengurangi ketergantungan industri terhadap fluktuasi nilai tukar. Terutama untuk komponen elektronik, baterai, motor listrik, baja, plastik otomotif, kaca, ban, dan suku cadang utama.
Josua menambahkan, pemerintah juga perlu menjaga stabilitas rupiah, memastikan konsistensi insentif kendaraan listrik dan komponen lokal, serta mempertahankan daya beli masyarakat agar peluang pemulihan industri otomotif dapat terus terjaga.
Josua menyebut strategi-strategi itu perlu diterapkan karena kondisi pasar otomotif belum sepenuhnya pulih.
Data penjualan yang meningkat secara tahunan namun menurun secara bulanan menunjukkan pasar memang membaik dibandingkan tahun lalu, tetapi pemulihannya masih berlangsung secara bertahap.
“Artinya, pasar masih perlu dijaga dengan strategi harga, pembiayaan, dan stok yang hati-hati,” tutur Josua.
(fea)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Prestige Collision Auto]
Baca lagi: Bapak Nonton Piala Dunia, Balita di Maros Meninggal Terjebak Kebakaran
Baca lagi: Ilmuwan Temukan 166 Ribu Km Persegi Terumbu Karang Tahan Krisis Iklim
Baca lagi: Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Massa Lempari Batu dan Botol ke Aparat




13 Responses
Informasi yang diberikan sangat berguna dan menambah pemahaman pembaca.https://participez.perigueux.fr/profiles/typhu88rip/badges?locale=en
Konten yang berkualitas seperti ini sangat layak untuk dijadikan referensi tambahan.https://dltech.forum/mykayla-skinner-the-gymnast-who-never-gave-up/
Pembahasannya jelas dan tidak bertele-tele sehingga nyaman dibaca sampai selesai. Saya juga membandingkannya dengan https://www.cve.org/CVERecord?id=CVE-2010-1592 dan keduanya sama-sama bermanfaat.
Penulisan artikelnya sangat runut sehingga mudah dipahami. Saya juga ingin berbagi tautan https://www.plurk.com/p/3gec154ahl di sana ada tulisan serupa yang bisa dijadikan rujukan tambahan.
Artikel ini berhasil menjawab keraguan saya dengan argumen yang sangat kokoh dan final http://www.kufirst.center.ku.ac.th/foreseeing-kus-global-potential-through-the-reinventing-university-program-2-2/
Sebuah tulisan yang sukses memicu rasa ingin tahu yang lebih dalam sekaligus memuaskannya seketika http://www.kufirst.center.ku.ac.th/category/activities/page/14/ berkat kedua link ini
Sebuah karya tulis yang berhasil mempertahankan standar objektivitas tinggi dari hulu ke hilir http://www.kufirst.center.ku.ac.th/meet-the-new-wave-of-future-meat-webinar/ cuma di kedua artikel ini saya dapat dengan mudah memahami nya
Pembahasan yang mencerahkan! Untuk pembaca lain yang mungkin membutuhkan literatur tambahan dengan tema yang sama, silakan kunjungi http://fatcow.com/blog/?p=344.
Karya yang sangat genius! Kaya ilmu dan disajikan dengan cara yang amat kreatif. Terima kasih banyak, Penulis http://www.kufirst.center.ku.ac.th/8597-2/ terus berikan yang terbaik ya
Artikel yang sangat mahal ilmunya. Gak rugi meluangkan waktu 5 menit buat baca karya sekeren ini https://www.kufirst.center.ku.ac.th/flag2020/
Menambah khazanah berpikir saya secara instan. Terima kasih atas pembagian ilmunya yang luar biasa http://www.kufirst.center.ku.ac.th/author/kufirst/page/7/
Tulisannya sangat memberdayakan pembaca. Saya merasa dapet bekal berharga setelah membaca ini https://www.kufirst.center.ku.ac.th/25012566/
Artikel yang sangat informatif dan disusun dengan rapi. Sebagai tambahan wawasan, teman-teman juga bisa mengecek situs https://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=1929 karena materi di sana cukup relevan.