
Jakarta, Prestige Collision Auto Indonesia
—
Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan tak akan menyita seluruh motor listrik hasil pengadaan Badan Gizi Nasional (BGN) era kepemimpinan
Dadan Hindayana
yang nilai proyeknya telah digelembungkan hingga tembus Rp1 triliun.
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi mengatakan hal itu karena barang-barang hasil pengadaan sudah tersebar di berbagai wilayah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Enggak [disita]. Jadi gini, kalau barang itu sudah sampai di daerah, sudah digunakan, itu tentu tidak akan kita lakukan penyitaan ya. Karena penyitaan itu adalah untuk digunakan mungkin sebagai sampel, hanya sampel saja,” ujar Syarief, Kamis (4/6).
“Jadi tidak perlu semuanya disita. Semuanya adalah bisa digunakan di daerah masing-masing. Yang kita teliti adalah jejak-jejaknya pengadaan itu,” ucap dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia melanjutkan terkait dugaan praktik mark up atau penggelembungan dana harga dalam proyek tersebut, pihaknya masih menunggu hasil audit.
Syarief juga menegaskan proses pencarian barang bukti terus dilakukan. Hingga kini, tim penyidik masih bergerak melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi.
Untuk diketahui, BGN telah melakukan pengadaan motor listrik sebanyak 21.801 unit. Dikutip laman resmi Kejaksaan Agung, nilai total pengadaan puluhan ribu motor listrik itu mencapai lebih dari Rp1 triliun.
Lalu uang tersebut sudah dibayarkan ke PT YAT (Yasa Artha Trimanunggal) yang dinilai tak memenuhi syarat sebagai vendor.
“Dan telah dibayarkan ke PT YAT yang tidak memenuhi syarat selaku Vendor karena tidak memiliki dealer/bengkel aktif dan terdapat markup,” demikian tertulis di laman Kejagung, melansir detik.
Pada laman katalog Inaproc, PT YAT itu menyediakan dua jenis motor listrik untuk merek Emmo.
Pertama Emmo JVX GT yang dibanderol Rp 49,95 juta dengan status pre-order selama 75 hari. Motor kedua berupa Emmo JVH Max dengan harga Rp 48,84 juta. Pemesanan motor juga tertulis 75 hari.
Menariknya, Dadan pernah mengungkap pengadaan puluhan ribu motor listrik tersebut diperuntukkan bagi SPPG di seluruh Indonesia. Dadan bilang motor listrik itu didapat dengan harga di bawah pasaran.
Dadan menegaskan BGN membeli motor itu dengan harga Rp42 juta per unitnya.
“Harga pasaran Rp52 juta, kami beli kalau nggak salah Rp42 juta, di bawah harga pasaran,” terang Dadan.
(fea)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Prestige Collision Auto]
Baca lagi: Jelang Muktamar, PBNU Gelar Munas dan Konbes NU di Kediri 20-21 Juni
Baca lagi: Memori ’98 dan Imajinasi Andre Syahreza dalam Semesta Nekra
Baca lagi: Detik-detik Serangan AS Hancurkan Situs Radar Pengawas Milik Iran




5 Responses
Situs yg paling gacor selalu jadi pilihan para pemain hoki karena terkenal mudah menang dan memiliki bonus harian yang sangat menguntungkan.
Artikel ini memberikan penjelasan yang sangat jelas dan mudah dipahami. Informasi yang disampaikan terasa bermanfaat dan mampu menambah wawasan baru bagi para pembaca. Terima kasih telah menghadirkan konten yang berkualitas dan informatif seperti ini. Jangan lupa mengunjungi https://www.tunesbank.com/es/spotify/download-spotify-playlists-to-mp3.html
Penjelasan dalam artikel ini sangat jelas sehingga memudahkan pembaca memahami topik yang dibahas http://www.fuhkama.ugu.pl/articles.php?article_id=15&c_start=2560&y=2024&m=10 .
Nikmati pengalaman judi slot online NONA88.COM dengan fitur lengkap, proses deposit dan withdraw kilat, serta game populer yang selalu menghadirkan peluang kemenangan besar
Tulisan yang sangat berkualitas dengan pembahasan yang lengkap dan mudah dimengerti. Saya merasa mendapatkan banyak manfaat setelah membaca artikel ini. Terima kasih telah berbagi konten yang bermanfaat. Jangan lupa mengunjungi https://www.tunesbank.com/zh-CN/apple-music/play-apple-music-in-the-car.html.